Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

KESHALIHAN ORANG TUA, MODAL UTAMA

Kita punya keinginan sama. Kita punya harapan serupa. Ingin anak kita shalih. Berharap anak kita berbakti pada orang tua. Tapi sadarkah kita? Keshalihan dan ketaqwaan kita adalah modal utama untuk meraihnya. Jadi lucu sekali, kita berharap anak menjadi shalih dan bertaqwa, sementara kita berkubang dalam maksiat dan kelalaian. Keshalihan jiwa dan perilaku orang tua mempunyai andil besar dalam membentuk keshalihan anak. Maka, Allah memerintahkan segenap orang tua yang mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya, agar bertaqwa, beramal shalih, beramar ma’ruf nahi mungkar dan mengerjakan berbagai amal ketaatan agar Allah menjaga anak cucunya dengan amalan tersebut. Allah Ta’ala berfirman: وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesej...
Sebuah kepastian yang sudah Allah tetapkan di dalam kitab-Nya. لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِى كَبَدٍ Kami benar benar telah menciptakan manusia dalam kesusahpayahan. Kita harus sadar bahwa kita hidup di muka bumi ini bukan untuk bersenang senang. Kita berada di tempat yang terkutuk. Ini bukanlah tempat tinggal kita. Kita berada di tempat ini karena sebuah hukuman yang Allah berikan. Allah subhaanahu wa ta'ala turunkan nabi adam alaihissalam karena sebuah dosa. Kita melihat semua yang kita cintai pergi meninggalkan kita. Kalau mereka tidak meninggalkan kita maka kita yg akan meninggalkan mereka. Cepat atau lambat kita akan meninggalkan tempat ini. Semoga kita keluar dari tempat terkutuk ini dengan selamat. ustadz Dr. syafiq riza basalamah, Ma 
Aku tahu jalan ini tidak mudah. Hati-mu yang seringkali terpatahkan dan ingin memberontak, tapi pada akhirnya kamu selalu memilih untuk diam dan menumpahkan air mata dalam sujudmu. إصبر قليلا فإنّ مع العسر يسرا و كلّ أمر له وقت وتدبير "Sabarlah sebentar, karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, dan segala sesuatu memiliki waktu dan tahapan." Memang, tidak setiap kebahagiaan yg kita terima adalah hadiah dari Allah Ta'ala dan tidak setiap kesedihan yang kita rasakan adalah ujian dari Allah Ta'ala. Maka bijaklah dalam bersikap, belajar untuk menemukan hikmah pada setiap kejadian, jika tidak mampu menemukan maka cukupkan dengan husnuzon kepada Allah Ta'ala, dengan itu kita akan selalu mendapatkan ketenangan hati, seperti apapun kondisinya.
Hasil dari perjuangan menuntut ilmu bukanlah nilai yang tertulis dalam selembar kertas. Bukankah kertas itu bisa dibakar dan hilang untuk selamanya ? Tapi.. buah dari ilmu adalah akhlak dan amalmu. Akhlak dan amal tercatat pada lembaran kitab kita dan akan terjaga sampai hari hisab dimana Allah Ta'ala akan perlihatkan seluruh amal dan Allah Ta'ala datangkan para saksi. Tidak ada manusia yang dizholimi karena kebaikan yang terlupakan atau karena kejelakan yang tidak dia lakukan. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman: "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS. Ya-Sin 36: Ayat 65)
Malik bin Dinar rahimahullah: "Kejujuran dan kedustaan saling bergulat di dalam hati, sampai salah satu dari keduanya bisa mengusir yang lain." (Ash-Shamt, karya Ibnu Abid Dunya, no.250) Jujurlah.... Jujur dengan dirimu sendiri. Jujur dengan hatimu. Jujur dengan aqidahmu. Sebab, jika memang bukan hari ini, maka hari pembalasan Allah Ta'ala akan tampakan semua yang kamu anggap telah tertutup rapih. Jujurlah.... Jujur dalam Imananmu, Jujur dalam amalmu, Jujur dalam hijrahmu. Sebab, jika tujuanmu selain Rabb Alam semesta, sudah pasti engkau akan melangkah dengan kaki tak bertulang, kaki yang tak mampu bertahan, rapuh ! Engkau mungkin mampu berpurapura di hadapan seluruh manusia, tapi mungkin kau lupa bahwa Penciptamu lah yang menutupi semua kepurapura-an mu.

Benarkah Boleh Isbal Tanpa Sikap Sombong ?

Pertanyaan : Ustadz Abu Abdillah, Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi ilmu ustadz. Saya ada pertanyaan, apakah penukilan pendapat Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani seperti yang dicantumkan di sebuah website bahwa “Isbal halal hukumnya bila tanpa diiringi sikap sombong” itu valid dari beliau? Jawaban : Bismillaah… walhamdulillaah… wash-sholaatu wassalaamu ala Rasuulillaah… wa’ala aalihi washahbihi waman waalaah… Memang ada sebagian orang menisbatkan pendapat bolehnya isbal tanpa rasa sombong kepada Al-Hafidz Ibnu Hajar, padahal itu tidak benar. Sebaliknya, beliau justru menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa larangan itu umum, baik untuk yang sombong maupun tidak. Anda bisa merujuknya ke Fathul Bari, karya Ibnu Hajar, syarah hadits no: 5788-5791. Beliau membahas masalah ini, dengan panjang lebar. Diantara perkataan beliau yang menguatkan pendapat haramnya isbal secara umum adalah: Pertama: Beliau mengatakan bahwa dzahir-nya banyak hadits mengharamkan isbal meski t...
Jadilah orang yg terkenal di kalangan penduduk langit, bukan penduduk dunia. أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ، فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي جِبْرِيلُ فِي السَّمَاءِ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، وَيُوضَعُ لَهُ القَبُولُ فِي أَهْلِ الأَرْضِ “ Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila Allah Tabaraka wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Allah menyeru kepada Jibril, “Sesungguhnya Aku mencintai Fulan, maka cintailah dia!” Maka Jibril mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia (wahai para malaikat)!” Maka penduduk langit mencintainya. Dan Allah menjadikan dia diterima...