Postingan

Mana yang didahulukan ? Qadha Ramadhan atau Puasa Syawal?

Akhawati fillāh, Ramadhan telah berlalu. Bulan mulia yang mendidik diri untuk terbiasa menjalankan ketaatan kepada Allah, menguatkan iman dan meningkatkan semangat dalam ibadah, telah pergi meninggalkan kita.  Kesedihan karena perpisahan dengan nya (Ramadhan) pasti dirasakan pada setiap hati manusia yang bertakwa. Namun, kita hanya bisa berharap dan berdoa semoga Allah menerima setiap amalan kita di bulan Ramadhan,  balasan pahala yang besar dan mempertemukan kembali dengan bulan yang penuh barokah ini. Setelah selesai menunaikan berbagai ibadah yang disyariatkan di bulan Ramadhan, bersegeralah melakukan amalan atau kebaikan setelahnya.   Allah berfirman: “Berlomba-lombalah kamu dalam mengerjakan kebaikan”. Dalam ayat lain Allah berfirman: “Bersegeralah menuju ampunan Rabbmu”. Tanda diterimanya Amal Dan menjadi tanda diterimanya amalan seorang hamba di bulan Ramadhan adalah mudah melakukan ibadah lainnya yang Allah Azza wa Jalla perintahkan, me...
Terkadang takdir tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang kita mungkin perlu menunggu lebih lama, untuk bertemu dengan orang yang tepat. Tentang pilihan. Pilihan itu akan selalu ada. Namun, bagaimana hati menjabarkan nya. Libatkan Pemilik Hati ! Apapun pilihannya, tak ada yang sempurna dalam pikiran kita. Terlepas dari semua pilihan itu adalah bagaimana cara bertanggung jawab atas pilihan kita sendiri dan bertahan hingga akhir. Meskipun harus jatuh berulang kali. Jika yang dicari adalah KESEMPURNAAN, lantas apa gunanya melengkapkan separuh agama ?

Dunya

"You chase the Dunya when it was meant as a punishment for Adam." Al-Hasan al-bashri (may Allah have mercy on him) Kalian tahu apa rizqi paling besar ? Materi berlimpah ? Jabatan tinggi ? Kekuasaan ? وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ وَيَعْمَلْ صَا لِحًـا يُّدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ قَدْ اَحْسَنَ اللّٰهُ لَهٗ رِزْقًا "Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, Allah memberikan rizqi yang baik kepadanya." (QS. At-Talaq 65: Ayat 11) Bukan Dunia yang fana tapi Rizqi terbesar(terbaik) itu adalah iman dan amal sholeh, karena hanya iman dan amal sholeh yang akan menghantarkan kita ke surgaNya.

TIDAK ADA YANG REMEH DALAM PERKARA AGAMA

Tidak Ada Perkara Agama Yang Remeh Seringkali kita dapati perkataan sebagian orang “cuma masalah jenggot saja dipermasalahkan“, “ah cuma isbal saja dibesar-besarkan”, “kan cuma masalah cadar…”, dan semisalnya. Perkataan-perkataan ini mengandung peremehan terhadap sebagian ajaran Islam. Demikian juga sebagian orang yang membagi syariat menjadi inti dan kulit. Sehingga ada ajaran Islam yang merupakan kulit, sehingga tidak terlalu penting. Tidak ada yang remeh dalam masalah agama Renungkan firman Allah ta’ala: إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا “Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.”(QS. Al Muzammil: 5). Maka Al Qur’an dan semua yang dikandungnya disebutkan oleh Allah sebagai qaulan tsaqilan (perkataan yang berat). Semuanya bukan perkara remeh sama sekali. Perhatikan! Bagaimana masalah buang air kecil ternyata tidak remeh, karena bisa mengakibatkan adzab kubur. Wal ‘iyyadzubillah. Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma, ia berkata: مَرَّ ال...
Saudaraku... Jalan ke surga adalah jalan yg penuh dengan rintangan, tidak sampai kesana kecuali orang yang bersabar. Ada perintah yang harus dikerjakan. Ada larangan yang harus dijauhi. Dan Ada ujian yg harus kita sabar menghadapinya. Rasulullah shallallah'alaihi wasallam bersabda, حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ "Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat." (HR. Muslim) Kesenangan dunia adalah kesenangan yang sedikit, sebentar dan banyak kekurangan sedangkan kesenangan akhirat adalah kesenangan yang banyak, kekal selamanya dan tanpa ada kekurangan sedikitpun. Allah subhanahu wata'ala berfirman, yang artinya : "Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal." (QS. Al-A'la 87: Ayat 16-17) Dan Allah subhanahu wata'ala berfirman: اعْلَمُوٓا أَنَّمَ...

How do you develop Sabr in your life ?

I have come to that point in my life where I feel everything is in Allah’s hands, and I find that very liberating. I go to Allah سبحانه و تعالى for everything and all I need to do is rely on Him and Him only. All my life, He’s come through for me and when my dua hasn’t been accepted I understand exactly why it didn’t and that itself was a blessing. I basically now take a deep breath (sabr/patience) and talk and talk to Allah سبحانه و تعالى. It’s so simple. But it works. "Breathe and make dua.” "Indeed, the patient will be given their reward without account (limit)." (Qur’an 39: 10) We are warned that we would be tested in various forms. And the key is how we react. 

KESHALIHAN ORANG TUA, MODAL UTAMA

Kita punya keinginan sama. Kita punya harapan serupa. Ingin anak kita shalih. Berharap anak kita berbakti pada orang tua. Tapi sadarkah kita? Keshalihan dan ketaqwaan kita adalah modal utama untuk meraihnya. Jadi lucu sekali, kita berharap anak menjadi shalih dan bertaqwa, sementara kita berkubang dalam maksiat dan kelalaian. Keshalihan jiwa dan perilaku orang tua mempunyai andil besar dalam membentuk keshalihan anak. Maka, Allah memerintahkan segenap orang tua yang mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya, agar bertaqwa, beramal shalih, beramar ma’ruf nahi mungkar dan mengerjakan berbagai amal ketaatan agar Allah menjaga anak cucunya dengan amalan tersebut. Allah Ta’ala berfirman: وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesej...