Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Desa Impian

Mbah Kung, Mbah Putri... Aku berharap hari ini kalian bersamaku, tidak... maksudku bersama anakmu (mamahku) dan menantumu (papahku) berdiri disini, tepat di depan sebuah rumah tua yang sudah lama kau tinggalkan. Cucumu ini berhasil membawa mamah dan papah menginjak tanah kelahiranmu. Tanah yang menyimpan cerita saksi hidupmu, tanah yang dengan terpaksa mengubur kenangan tentangmu bertahun-tahun lamanya, tanah yang merindukan kehadiranmu hingga kau kini tiada, tanah yang tak pernah mengkhianati darah kelahiranmu sebagai putra dari seorang Putri Kerajaan Mataram, tanah.....  Seketika air mata membasahi pipi ini, mendengar cerita dari salah satu-satunya keluargamu yang masih bertahan tinggal di sebuah rumah dimana Mbah Kung dibesarkan. Sejak kecil aku hidup di tengah kota yang ramai, bukan hanya ramai penduduk tapi juga ramai polusi. Yap!!  Kota Jakarta. Ketika hari raya idul fitri tiba, hampir seluruh teman di masa kecilku menceritakan persiapan mereka untuk pulang ...