Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

APAPUN KEADAANNYA, JANGAN PERNAH TINGGALKAN MAJELIS ILMU

“Pada mejelis ilmu ada dua hal utama yang membuat istiqamah sampai ajal menjemput: pertama adalah ilmu yang menjaga kita dan kedua adalah sahabat yang shalih yang selalu meingingatkan akan akhirat” Saudaraku, apapun keadaannya dan bagaimanapun kondisinya, jangan pernah meninggalkan majelis ilmu. Jangan lah tinggalkan secara total, jika tidak bisa sepekan sekali, mungkin sebulan sekali, jika tidak bisa mungkin 2 atau 3 bulan sekali, insyaallah waktu itu selalu ada, yang menjadi intinya adalah apakah kita memprioritaskan atau tidak? Jika tidak menjadi prioritas, maka tidak akan ada waktu dan tidak akan ada usaha untuk itu. Jangan pernah juga meninggalkan majelis ilmu karena sudah merasa berilmu atau telah menjadi “ikhwan senior”, para ustadz dan ulama pun terus belajar dan menuntut ilmu. Saudaraku, mereka yang berguguran dipersimpangan jalan dakwah adalah orang perlahan-lahan meninggalkan majelis ilmu secara total, baik itu tenggelam dengan kesibukan dunia atau merasa sudah beril...

Sabar menghadapi Pemimpin ?

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam) dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu." (QS. an-nisa:59) Beberapa hari lalu, tidak sengaja lihat postingan video yang isinya terkait kata2 penghinaan terhadap pemerintah Indonesia. Juga lihat postingn gambar dengan tulisan kalimat2 yang menurut batinku tidak layak diucapkan oleh seorang muslim kepada muslim lainnya. Aku tidak mengatakan pemimpin saat ini tidak memiliki kesalahan. Sedikit banyak aku mengikuti berita terkait kesalahan2 pemimpin saat ini. Namun, selama penguasa (pemerintah) tersebut adalah seorang Muslim maka mereka adalah saudara kita, kan ? Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman: إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ (QS Al Hujurāt: 10) Dan diantara hak seorang Muslim atas Muslim yang lain dilarang kita saling menghinakan, dilarang kita saling mencela satu dengan yang lain. Seorang Muslim haram atas Muslim yang lain, apanya? √ Ha...

Kenapa dan Bagaimana ?

Kenapa ? Kenapa kita mengerjakan suatu amalan ibadah ? Apa tujuan dan motivasi kita ber-ibadah? فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya“.” (QS. Al Kahfi: 110) Dalil lainnya adalah firman Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam surat Al-Mulk:2, yang artinya : "Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amal ibadahnya." Fudhail bin 'Iyaad rohimahullah seorang Tabi'in yang agung mengatakan ketika menafsirkan firman Allah dalam surat al-mulk ayat 2, maksudnya adalah yang paling ikhlas dan paling benar (mengikuti yang diajarkan Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam). Bagaimana ? Bagaimana kita ber-ibadah ? Apakah ibadah yang kita kerjakan selama ini dengan ilmu ?...

Daurah Islam Ilmiyah Fiqih Sholat Sunnah

Membiasakan Jiwa untuk Beramal Sholeh ! Qodarallah belum sempat merangkum materi daurah. InsyaaAllah soal kuis dan Jawaban di bawah ini mewakili. Semoga Bermanfaat :) 1. Sebutkan berapa saja jumlah sholat witir? 1, 3, 5, 7 atau 9 rakaat 2. Bagaimana cara sholat witir 5 rakaat ? 1 kali salam di akhir rakaat 3. Pendapat madzhab syafii dan hambali sholat sunnah rawatib jumlahnya berapa? 10 rakaat (2 rakaat sebelum subuh, 2 rakaat sebelum dan sesudah zuhur, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isya) 4. Menurut hanafiyah sholat sunnah rawatib jumlahnya berapa ? 12 rakaat (2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zuhur dan 2 rakaat sesudah zuhur, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isya) 5. Sebutkan Keutamaan sholat 4 rakat sebelum ashar ? Allah merahmatinya Dalilnya : Dinyatakan dalam hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ...

Aku semakin memahami Dunia

Setelah kejadian hari itu , aku semakin tau kalo dunia ini hanya seperti sayap nyamuk disisi Allah subhaanahu wa ta'aala. "Innallaha yu'thii ad-dunyaa man yuhibbu wa man laa yuhibbu. Wa laa yu'thii ad-diina illa liman ahabballaha faman a'thoohu Allahu ad-diina faqod ahabbahu." Allah memberikan dunia kepada yang Dia cintai dan yang Dia benci. Tetapi Dia tidak memberikan pehaman agama, kecuali kepada yang Dia cinta. Maka barangsiapa diberi pemahaman agama oleh Allah, berarti ia dicintai oleh-Nya. (HR. Ahmad) Jika Allah mau kasih dunia, semua manusia Allah kasih. Bahkan tanpa manusia meminta kepada Allah seperti orang2 kafir yang Allah kasih kelebihan harta tanpa mereka berdoa kepada Allah. Orang yang Allah cintai Allah kasih, orang yg Allah tidak suka, bahkan dia penghuni neraka Allah kasih dunia. Kenapa ? supaya kita tidak berambisi dengan dunia. maka jangan takut masalah dunia. Jika kamu menginginkan dunia, berdoa saja sama Allah. Sangat mudah bagi Al...