Sabar menghadapi Pemimpin ?
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam) dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu." (QS. an-nisa:59)
Beberapa hari lalu, tidak sengaja lihat postingan video yang isinya terkait kata2 penghinaan terhadap pemerintah Indonesia.
Juga lihat postingn gambar dengan tulisan kalimat2 yang menurut batinku tidak layak diucapkan oleh seorang muslim kepada muslim lainnya.
Aku tidak mengatakan pemimpin saat ini tidak memiliki kesalahan. Sedikit banyak aku mengikuti berita terkait kesalahan2 pemimpin saat ini.
Namun, selama penguasa (pemerintah) tersebut adalah seorang Muslim maka mereka adalah saudara kita, kan ?
Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
(QS Al Hujurāt: 10)
Dan diantara hak seorang Muslim atas Muslim yang lain dilarang kita saling menghinakan, dilarang kita saling mencela satu dengan yang lain.
Seorang Muslim haram atas Muslim yang lain, apanya?
√ Hartanya
√ Darahnya
√ Kehormatannya
Tidak boleh seorang muslim mencela kehormatan muslim yang lain.
Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu Ta’aala ‘anhu, beliau mengatakan:
كَانَ اْلأَكَابِرُ مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَوْنَنَا عَنْ سَبِّ اْلأُمَرَاءِ
“Dahulu para pembesar shahabat nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam melarang kami untuk mencela para penguasa.”
(Hadits Riwayat Ibnu Abdil Bar dalam At-tamhid)
Terlepas pemimpin itu bermaksiat kepada Allah atau tidak, selama mereka tidak menyuruh kita untuk bermaksiat kepada Allah maka kita wajib ta'at dan mendengar kepada pemimpin.
Sebagaimana hadits dari Hudzaifah bin Al Yaman.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu, pen) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal, pen). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia. “
Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”
Beliau bersabda, ”Dengarlah dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.” (HR. Muslim no. 1847)
Dalam Hadits lain.
Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
مَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَهَانَهُ اللَّهُ
“Barangsiapa yang menghina sultan Allah (menghina seorang sultan/ menghina seorang penguasa/ menghina seorang pemimpin) di bumi, maka Allāh Subhaanahu wa Ta’aala akan menghinakan orang tersebut. “(HR. Tirmidzi nomor 2224)
Mencela seorang penguasa bukan jalan yang benar untuk mengatasi dan memperbaiki sebuah keadaan, Islām telah mengajarkan umatnya bagaimana mereka memperbaiki keadaan, yaitu:
1. Memperbaiki keadaan penguasa
2. Memperbaiki keadaan rakyat
Apabila kita lihat kesalahan dari seorang penguasa maka sikap seorang muslim terlebih dahulu husnudzan, berbaik sangka kepada pemerintah tersebut.
Kemudian apabila ingin menasehati, maka hendaklah menasehati dengan baik dan bukan dengan cara yang kasar, demikian pula diusahakan supaya nasehat tersebut adalah nasehat yang rahasia, yang tidak mengetahui kecuali dia dan penguasa tersebut.
Zaman sekarang pemimpin kita punya akun sosmed, seperti ig, facebook, email, dll.
Yang bisa kita manfaatkan untuk menasihati secara rahasia.
Kalo gak dibaca gimana? Gak ditanggapi?
Pemimpin kita manusia, Allah yang menggenggam hati manusia. Maka berdo'a kepada Allah dengan do'a yang ikhlas. Semoga hatinya Allah gerakan untuk membaca nasihat dari kita dan melalui nasihat itu Allah berikan hidayah dan ketaqwaan kepadanya. Menjadikannya pemimpin yang menegakan agama Allah Azza wa jalla.
"Ketika sukses kita bersyukur ketika gagal kita bersabar.
Begitu sikap islam dalam menyikapi Pemimpin."
-Ustadz Subhan Bawazier
Semoga bermanfaat.
Beberapa hari lalu, tidak sengaja lihat postingan video yang isinya terkait kata2 penghinaan terhadap pemerintah Indonesia.
Juga lihat postingn gambar dengan tulisan kalimat2 yang menurut batinku tidak layak diucapkan oleh seorang muslim kepada muslim lainnya.
Aku tidak mengatakan pemimpin saat ini tidak memiliki kesalahan. Sedikit banyak aku mengikuti berita terkait kesalahan2 pemimpin saat ini.
Namun, selama penguasa (pemerintah) tersebut adalah seorang Muslim maka mereka adalah saudara kita, kan ?
Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
(QS Al Hujurāt: 10)
Dan diantara hak seorang Muslim atas Muslim yang lain dilarang kita saling menghinakan, dilarang kita saling mencela satu dengan yang lain.
Seorang Muslim haram atas Muslim yang lain, apanya?
√ Hartanya
√ Darahnya
√ Kehormatannya
Tidak boleh seorang muslim mencela kehormatan muslim yang lain.
Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu Ta’aala ‘anhu, beliau mengatakan:
كَانَ اْلأَكَابِرُ مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَوْنَنَا عَنْ سَبِّ اْلأُمَرَاءِ
“Dahulu para pembesar shahabat nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam melarang kami untuk mencela para penguasa.”
(Hadits Riwayat Ibnu Abdil Bar dalam At-tamhid)
Terlepas pemimpin itu bermaksiat kepada Allah atau tidak, selama mereka tidak menyuruh kita untuk bermaksiat kepada Allah maka kita wajib ta'at dan mendengar kepada pemimpin.
Sebagaimana hadits dari Hudzaifah bin Al Yaman.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu, pen) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal, pen). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia. “
Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”
Beliau bersabda, ”Dengarlah dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.” (HR. Muslim no. 1847)
Dalam Hadits lain.
Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
مَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَهَانَهُ اللَّهُ
“Barangsiapa yang menghina sultan Allah (menghina seorang sultan/ menghina seorang penguasa/ menghina seorang pemimpin) di bumi, maka Allāh Subhaanahu wa Ta’aala akan menghinakan orang tersebut. “(HR. Tirmidzi nomor 2224)
Mencela seorang penguasa bukan jalan yang benar untuk mengatasi dan memperbaiki sebuah keadaan, Islām telah mengajarkan umatnya bagaimana mereka memperbaiki keadaan, yaitu:
1. Memperbaiki keadaan penguasa
2. Memperbaiki keadaan rakyat
Apabila kita lihat kesalahan dari seorang penguasa maka sikap seorang muslim terlebih dahulu husnudzan, berbaik sangka kepada pemerintah tersebut.
Kemudian apabila ingin menasehati, maka hendaklah menasehati dengan baik dan bukan dengan cara yang kasar, demikian pula diusahakan supaya nasehat tersebut adalah nasehat yang rahasia, yang tidak mengetahui kecuali dia dan penguasa tersebut.
Zaman sekarang pemimpin kita punya akun sosmed, seperti ig, facebook, email, dll.
Yang bisa kita manfaatkan untuk menasihati secara rahasia.
Kalo gak dibaca gimana? Gak ditanggapi?
Pemimpin kita manusia, Allah yang menggenggam hati manusia. Maka berdo'a kepada Allah dengan do'a yang ikhlas. Semoga hatinya Allah gerakan untuk membaca nasihat dari kita dan melalui nasihat itu Allah berikan hidayah dan ketaqwaan kepadanya. Menjadikannya pemimpin yang menegakan agama Allah Azza wa jalla.
"Ketika sukses kita bersyukur ketika gagal kita bersabar.
Begitu sikap islam dalam menyikapi Pemimpin."
-Ustadz Subhan Bawazier
Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar