RIHLAH ?
Sabtu, 13 maret 2014
Pukul 06.45 WIB
Rihlah KESIMA (Kelompok Studi Islam Matematika) UNDIP dimulai hehe
Rihlah ? iya Rihlah, Rihlah sama artinya dengan perjalanan atau rekreasi sebagai bentuk Hajatun Basyariah (Kebutuhan) karena sebagai manusia kita membutuhkan penyegaran terhadap jiwa maupun tubuh kita. Dan Rihlah merupakan bentuk rekreasi yang bukan hanya sekedar bersenang-senang semata, tapi juga memiliki nilai spiritual didalamnya, menghadirkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala penciptaannya yang sangat indah sehingga kita dapat berjalan dibagian sisi kecil bumi Allah, menyerap energi positif untuk kemudian membangkitkan semangat jiwa dan raga sehingga tubuh kembali mampu berdiri menjadi hamba-Nya yang senantiasa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang-orang disekitar dengan semangat iman dan takwa kepada Allah SWT.
Pukul 06.45 WIB
Rihlah KESIMA (Kelompok Studi Islam Matematika) UNDIP dimulai hehe
Rihlah ? iya Rihlah, Rihlah sama artinya dengan perjalanan atau rekreasi sebagai bentuk Hajatun Basyariah (Kebutuhan) karena sebagai manusia kita membutuhkan penyegaran terhadap jiwa maupun tubuh kita. Dan Rihlah merupakan bentuk rekreasi yang bukan hanya sekedar bersenang-senang semata, tapi juga memiliki nilai spiritual didalamnya, menghadirkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala penciptaannya yang sangat indah sehingga kita dapat berjalan dibagian sisi kecil bumi Allah, menyerap energi positif untuk kemudian membangkitkan semangat jiwa dan raga sehingga tubuh kembali mampu berdiri menjadi hamba-Nya yang senantiasa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang-orang disekitar dengan semangat iman dan takwa kepada Allah SWT.
Rihlah KESIMA tahun ini menuju kota Jogja , mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang sangat menarik dan juga bersahabat dengan alam. Tempat tujuan kami adalah Taman Nasional Gunung Merapi, Museum Gunung Merapi dan Pantai parangteritis. Taman Nasional Gunung Merapi menjadi tempat pertama yang kami kunjungi, tempat tersebut dikelilingi pohon yang rindang , udara yang sejuk serta pemandangan alam yang sangat bersahabat dan kami menuju salah satu Goa yang terdapat di Taman nasional tersebut, yaitu Goa Jepang , melalui jalan kecil yang menanjak dan ditemani jurang di sisi lain jalan tersebut tidak membuat kami patah semangat dan membuat perjalanan kami semakin bersemangat dan penuh hati-hati, meskipun ditengah perjalanan ada banyak yang menyerah dan memilih turun kembali ketempat awal , tapi setidaknya mereka sudah mencoba hehe
Perjalanan dilanjutkan ke Museum Gunung Merapi, didalam sebuah Museum memang tidak begitu menarik untuk saya , namun ada banyak ilmu baru yang diperoleh dari Museum tersebut mengenai Gunung Merapi beserta penduduknya yang harus terbiasa dengan segala aktivitas yang terjadi pada gunung tersebut. Alam telah memberikan banyak manfaat bagi penduduk sekitar, namun ada kalanya alam pun beretorika tentang dirinya, dan bagaimana manusia harus saling memahami tentang posisinya juga kondisi alam.
Meninggalkan sejarah Gunung Merapi beserta penduduk sekitarnya, kami menuju pantai Parangteritis, dan disinilah kami merasa ukhuwah kami sangat terikat, terikat oleh cinta karena keimanan pada Allah dan kebersamaan yang diberikan Allah pada kami, nasihatpun juga kami dapatkan dari Masul Kesima 2013 dan nasihat ini sebagai penutup acara kami. Sebenarnya nasihat ini sudah pernah saya dapatkan dari beliau ketika beliau memberi taujih (ceramah) saat syuro (rapat) PH kepengurusan 2013, namun saya merasa senang saya masih bisa mendengarkan nasihat dari orang hebat dan tangguh seperti beliau, beliau cerita sangat panjang dengan tingkahnya yang khas yang mampu menghidupkan suasana lelah dan bosan menjadi ceria dan bersemangat kembali, dan inilah kalimat-kalimat nasihat yang diucapkannya ..
Nasihat pertama : Harus senantiasa bersyukur
"Pada Suatu hari seorang petani melihat pohon kenari yang buahnya kecil padahal pohonnya besar, tetapi buah labu yang buahnya sangat besar pohonnya kecil, kemudian petani tersebut memilih duduk dibawah pohon kenari yang besar dan rindnag dan tertidur, tak lama kemudian petani tertimpah buah kenari dan terbangun , dan petani tersadar seandainya buah kenari sebesar buah labu pastilah dia sudah tidak sadarkan diri karena tertimpa buah yang sangat besar dan berat itu, sungguh indah penciptaan Allah."
Nasihat Kedua : Kita harus memiliki tujuan hidup yang jelas
"Kita harus belajar dari seekor lebah. seekor lebah yang hinggap diatas buanga tidak pernah merusak bunga tersebut, bahkan dia meberikan manfaat pada bunga tersebut. Jadi ketika kita harus bisa memberikan manfaat pada orang disekitar kita.
Tujuan lebah hinggap diatas bunga adalah untuk mengambil sari-sari bunga yang baik untuk dimakan dan kemudian lebah tersebut mengeluarkan madu dan madu adalah minuman yang didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia, seperti yang terkandung dalam surat An-Nahl : 68-69. Layaknya menjadi seorang manusia seperti lebah, mendapatkan ilmu yang baik dan menghasilkan sesuatu yang baik pula, yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Dan pelajaran terakhir tentang seekor lebah adalah lebah adalah binatang yang tidak akan pernah mengganggu siapapun yang tidak mengganggu sarang maupun dirinya, maka jadilah manusia yang tidak pernah mengusik kehidupan orang lain dengan suatu keburukan."
Nasihat Ketiga : Amalan Ikhlas
"Pada suatu hari terdapat tiga orang pemuda memasuki gua, kemudian setelah mereka berada didalam gua tersebut, pintu gua tiba-tiba tertutup dan mereka tidak bisa keluar dari gua tersebut kecuali atas izin Allah. Tiga pemuda ini kemudian mengingat-ingat tentang amalan yang ikhlas. Pemuda pertama duduk dan berdoa, 'Ya Allah dulu saya sering memberikan secangkir susu kepada kedua orang tua saya, suatu hari orang tua saya sudah tertidur kemudian saya tunggu sampai kedua orang tua saya terbangun , namun anak-anak saya merengek meminta pada saya satu cangkir susu milik kedua orang tua saya tapi saya tetap tidak berikan, saya tetap menunggu kedua orang tua saya sampai terbangun , ya Allah saya ikhlas menunggu mereka sampai terbangun dan meminum susu yang saya bawakan. Ya Allah jika ini adalah amalan ikhlas yang pernah saya lakukan maka saya mohon bukakanlah pintu gua ini atas izinmu.' kemudian pintu gua terbuka, namun pintu hanya terbuka kecil. pemuda kedua duduk dan berdoa 'Ya Allah dulu saya seorang saudagar yang kaya raya, ketika musim paceklik, datang seorang kakek meminta pinjaman, saya berkata pada kakek itu saya akan berikan pinjaman jika dia memberikan keperawanan anak perempuannya yang cantik pada saya, dan karena kake itu sangat membutuhkan uang maka dengan terpaksa kake itu mengikhlaskan anak perempuannya berzina. Hingga pada suatu ketika saya berdua dengan wanita itu didalam kamar wanita itu seraya berkata apakah kamu tidak takut pada Tuhanmu yang senantiasa mengawasimu? setelah itu saya tersadar dan bertobat padaMu dan saya mengikhlaskan pinjaman uang kake tersebut tanpa imbalan apapun. Ya Allah jika ini adalah amalan ikhlas yang pernah saya lakukan maka saya mohon bukakanlah pintu gua ini atas izinmu.' Kemudian pintu gua terbuka kembali, akan tetapi tetap 3 pemuda itu belum bisa keluar. Pemuda ketiga berdoa, 'Ya Allah saya seorang pengusaha kaya raya , saya tidak pernah zalim kepada pekerja saya, selalu memberikan gaji tepat waktu pada pekerja saya,hingga pada suatu hari salah satu pekerja saya tidak datang untuk mengambil gajinya, dia menghilang dan tidak pernah terdengar kabar tentangnya. Kemudian uang gaji pekerja saya tersebut saya belikan seekor kambing, dan kambing itu beranak hingga memenuhi ladang saya, kemudian saya belikan sapi dan membeli ladang baru dan sapi tersebut beranak dan memnuhi ladang saya kembali. suatu ketika pekerja saya datang untuk mengambil gajinya, saya antarkan dia ke ladang saya, dan dia terkejut, dia mengira saya telah meledeknya gaji buruh tidak mungkin sebanyak ladang yang dipenuhi kambing dan sapi, kemudian saya jelaskan pada pekerja saya dan tanpa basa-basi lagi dia membawa seluruh kambing dan sapi tanpa tersisa satupun. Ya Allah saya ikhlas merawat ternak ini tanpa balasan apapun, jika ini adalah amalan ikhlas yang pernah saya lakukan maka saya mohon bukakanlah pintu gua ini atas izinmu.' Dan akhirnya pintu Gua terbuka dengan lebar, dan ketiga pemuda tersebut dapat keluar dari gua yang gelap itu atas izin Allah. "
Seseorang yang pandai memanfaatkan waktunya adalah mereka yang mampu menggunakan waktunya untuk aktivitas yang positif bahkan dalam sebuah perjalanan rekreasi mereka mampu mememtik hasil dari perjalanannya untuk dibawa pulang , bukan makanan, baju, souvenir atau jenis oleh-oleh lainnya tapi mereka membawa pulang ilmu untuk kemudian dapat dibagikan kepada siapapun.
Dalam sebuah perjalanan memang akan selalu ada hal yang dikenang, dan hal yang dikenang itu akan menjadi sebuah pelajaran indah yang selalu diingat . :)
Tujuan lebah hinggap diatas bunga adalah untuk mengambil sari-sari bunga yang baik untuk dimakan dan kemudian lebah tersebut mengeluarkan madu dan madu adalah minuman yang didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia, seperti yang terkandung dalam surat An-Nahl : 68-69. Layaknya menjadi seorang manusia seperti lebah, mendapatkan ilmu yang baik dan menghasilkan sesuatu yang baik pula, yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Dan pelajaran terakhir tentang seekor lebah adalah lebah adalah binatang yang tidak akan pernah mengganggu siapapun yang tidak mengganggu sarang maupun dirinya, maka jadilah manusia yang tidak pernah mengusik kehidupan orang lain dengan suatu keburukan."
Nasihat Ketiga : Amalan Ikhlas
"Pada suatu hari terdapat tiga orang pemuda memasuki gua, kemudian setelah mereka berada didalam gua tersebut, pintu gua tiba-tiba tertutup dan mereka tidak bisa keluar dari gua tersebut kecuali atas izin Allah. Tiga pemuda ini kemudian mengingat-ingat tentang amalan yang ikhlas. Pemuda pertama duduk dan berdoa, 'Ya Allah dulu saya sering memberikan secangkir susu kepada kedua orang tua saya, suatu hari orang tua saya sudah tertidur kemudian saya tunggu sampai kedua orang tua saya terbangun , namun anak-anak saya merengek meminta pada saya satu cangkir susu milik kedua orang tua saya tapi saya tetap tidak berikan, saya tetap menunggu kedua orang tua saya sampai terbangun , ya Allah saya ikhlas menunggu mereka sampai terbangun dan meminum susu yang saya bawakan. Ya Allah jika ini adalah amalan ikhlas yang pernah saya lakukan maka saya mohon bukakanlah pintu gua ini atas izinmu.' kemudian pintu gua terbuka, namun pintu hanya terbuka kecil. pemuda kedua duduk dan berdoa 'Ya Allah dulu saya seorang saudagar yang kaya raya, ketika musim paceklik, datang seorang kakek meminta pinjaman, saya berkata pada kakek itu saya akan berikan pinjaman jika dia memberikan keperawanan anak perempuannya yang cantik pada saya, dan karena kake itu sangat membutuhkan uang maka dengan terpaksa kake itu mengikhlaskan anak perempuannya berzina. Hingga pada suatu ketika saya berdua dengan wanita itu didalam kamar wanita itu seraya berkata apakah kamu tidak takut pada Tuhanmu yang senantiasa mengawasimu? setelah itu saya tersadar dan bertobat padaMu dan saya mengikhlaskan pinjaman uang kake tersebut tanpa imbalan apapun. Ya Allah jika ini adalah amalan ikhlas yang pernah saya lakukan maka saya mohon bukakanlah pintu gua ini atas izinmu.' Kemudian pintu gua terbuka kembali, akan tetapi tetap 3 pemuda itu belum bisa keluar. Pemuda ketiga berdoa, 'Ya Allah saya seorang pengusaha kaya raya , saya tidak pernah zalim kepada pekerja saya, selalu memberikan gaji tepat waktu pada pekerja saya,hingga pada suatu hari salah satu pekerja saya tidak datang untuk mengambil gajinya, dia menghilang dan tidak pernah terdengar kabar tentangnya. Kemudian uang gaji pekerja saya tersebut saya belikan seekor kambing, dan kambing itu beranak hingga memenuhi ladang saya, kemudian saya belikan sapi dan membeli ladang baru dan sapi tersebut beranak dan memnuhi ladang saya kembali. suatu ketika pekerja saya datang untuk mengambil gajinya, saya antarkan dia ke ladang saya, dan dia terkejut, dia mengira saya telah meledeknya gaji buruh tidak mungkin sebanyak ladang yang dipenuhi kambing dan sapi, kemudian saya jelaskan pada pekerja saya dan tanpa basa-basi lagi dia membawa seluruh kambing dan sapi tanpa tersisa satupun. Ya Allah saya ikhlas merawat ternak ini tanpa balasan apapun, jika ini adalah amalan ikhlas yang pernah saya lakukan maka saya mohon bukakanlah pintu gua ini atas izinmu.' Dan akhirnya pintu Gua terbuka dengan lebar, dan ketiga pemuda tersebut dapat keluar dari gua yang gelap itu atas izin Allah. "
Seseorang yang pandai memanfaatkan waktunya adalah mereka yang mampu menggunakan waktunya untuk aktivitas yang positif bahkan dalam sebuah perjalanan rekreasi mereka mampu mememtik hasil dari perjalanannya untuk dibawa pulang , bukan makanan, baju, souvenir atau jenis oleh-oleh lainnya tapi mereka membawa pulang ilmu untuk kemudian dapat dibagikan kepada siapapun.
Dalam sebuah perjalanan memang akan selalu ada hal yang dikenang, dan hal yang dikenang itu akan menjadi sebuah pelajaran indah yang selalu diingat . :)
Komentar
Posting Komentar