Ketika Aku Merindukanmu

Untukmu mamah...

Merangkai kata tentangmu tak pernah cukup
Sekalipun lautan menjadi tinta
Sekalipun dedaunan di bumi menjadi kertas

Kau adalah malaikat yang Allah hadirkan untuk menemaniku melewati kejamnya dunia.
Hadirmu selalu menyejukkan nafasku.
Dekapanmu tulus, Kasih sayangmu Suci.

Kesedihanku menjadi musibah bagimu.
Kebahagiaanku menjadi syukurmu kepada-Nya.
Doamu tak pernah lupa menyebut namaku, anakmu yang tak lagi selalu ada disisimu.

Dalam sepertiga malam ku dengar lirih mulutmu disertai isak air mata mengadu pada sang Pencipta tentang begitu beratnya perjalanan hidup yang kau lalui.
Dalam sujud kepada-Nya, kau tumpahkan seluruh kesakitan dalam hatimu menanggung perihnya ujian hidup yang Allah hadirkan.

Mamah, sekalipun kau sering menangis dalam pandangan mata dan pendengaran telingaku, kau tetap seorang wanita kuat dalam hidupku. 
Kau mampu melewati tahap demi tahap ujian kesabaran yang telah Allah rencanakan untuk meningkatkan keimananmu.
Kau mampu melewati serangan yang terus datang secara bergantian dari segala arah kehidupan, bahkan dari sisi yang tak pernah kau duga. 

Mamah, maafkan anakmu ini yang tak henti-hentinya menaburkan benih-benih air matamu dipelupuk matamu hingga jatuh berderai tak terbendung lagi.
Mamah, aku kini bukanlah anak perempuan kecilmu yang dulu selalu ingin mengikutimu kemanapun kau pergi.
Mamah, Dia telah memberiku takdir yang begitu indah, dalam jarak jauh darimu, Dia memebuatku banyak memahami arti pentingnya waktu kebersamaan bersamamu.
Maaf untuk kesibukanku yg membuatku jarang didekatmu.
Namun, segala seuatu keputusan dalam hidupku adalah berkat nasihat mamah, didikan mamah.

Mamah, sekalipun rindu tak terucap, 
kau sangat paham bahwa hati anakmu sedang sangat rindu padamu.
Sekalipan air mataku tak terlihat, hatimu merasakan tangisanku dalam pengaduan kepada-Nya.
Terkadang aku iri dengan hati, sebab hati ini selalu menyimpan rasa rindu padamu, setiap kali rindu, kesakitan, kesulitan datang untuk melemahkanku sesegera mungkin hati ini mampu menghadirkan namamu untuk kemudian mengembalikanku pada titik dimana aku merasa kuat kembali. 
Namun, ragaku sesungguhnya tak mampu sesaat menghadirkan dirimu dihadapanku, ragaku tak mampu berbuat banyak hal yang mampu hati ini lakukan.

Sungguh kasih sayangmu tak ternodai oleh apapun,
hingga langit dan bumi pun tak sanggup menjadi tembok penghalang ikatan cintamu kepadaku.
Meski kita berada dibelahan bumi yang berbeda,
Meski jarak terlalu jauh untuk memeluk ragamu,
Meski tangan ini tak selalu mampu memegang tanganmu untuk sekedar menunjukkan rasa hormat, Meski tak selalu hadir ketika aku membutuhkanmu, 
Aku selalu merasakan hadirmu dalam setiap langkah perjalanan hidupku,
Aku selalu merasakan untaian doamu menemaniku melewati rindangnya pohon-pohon ujian yang menghalangi pandagan mataku untuk sampai pada tempat tujuan.

Tidak ada kata yang lebih indah dari ungkapan terima kasih untukmu, Mamah ...
Salam rindu dari Kota Semarang ...

yang selalu mencintaimu

Lia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini tentangmu :)

first time