Ketika Gagal, Ikhlaskan Dan Pikirkan Bagaimana Untuk Masa Depanmu
Bapak witjaksono
Owner of 30 Indonesia Companies
Pagi itu gd. Prof Soedarto dipenuhi ratusan manusia, tidak hanya mahasiwa, hadir pula dosen dan pengusaha-pengusaha hebat disana.
Acara yang sangat menarik itu diawali dengan berbincang bersama seorang pemilik tiga puluh Perusahaan Indonesia. Kalian bisa bayangkan bagaimana hebatnya beliau, bagaimana kecerdasannya mampu mengelola perusahaan sebanyak itu, bagaiman otaknya dituntut untuk melebihi kreatifnya sang seniman nomor satu di dunia agar perusahaan yang beliau miliki ini tetap berkembang dan menjadi perusahaan besar.
Setelah Pak Witjak (panggilan akrab beliau) naik ke atas panggung, ku perhatikan wajahnya dengan hati-hati, ternyata bapakny jauh lebih muda dibandingkan yang ada di foto yang terpampang di MMT besar itu. Aku tersenyum, wajah bapaknya teduh sekali seperti wajah yang sering terkena air wudhu. Seketika teman sebelahku mengagetkan lamunanku tentang pak Witjak.
"Li, bapaknya lebih muda dari fotonya ya." Ternyata temanku juga menyadari hal yang sama. Sambil tersenyum aku menjawab, "iya."
Percakapan bersama Pak Witjak diawali dengan pertanyaan yang berasal dari sang moderator.
"Bisakah Bapak ceritakan awal perjalanan Bapak bisa sampai memiliki tiga puluh Perusahaan Indonesia?"
Pak Witjak mulai menjawab secara sistematis dan seperti tak ada terlewatkan satupun.
"Bapak saya dulu itu pegawai negeri golongan 2 dan ibu saya buruh di Kacang Garuda.
Sejak kecil, saya sudah berdagang macam-macam. Segalanya saya perdagangkan, entah itu gambar hasil buatan saya, atau makanan atau apapun itu.
Pikiran saya melihat kondisi seperti itu, ketika saya besar tidak ingin melihat orang tua sulit seperti saat ini.
Dulu saya jarang masuk kuliah, saya juga pernah nyontek. tapi jangan ditiru ya yang buruknya. Namun, meskipun jarang masuk kuliah saya jadi lulusan tercepat diangkatan saya.
Semenjak semester 2 saya sudah bekerja, jaga warnet dan selama saya kuliah sampai hari ini hanya tdur 3-4 jam setiap hari.
Bisa bahasa inggris adalah hal paling penting, tidak perlu kursus langsung aplikasi aja.
Desember 2014 saya mendapat beasiswa ke australi tapi Allah kasih jalan lain, diterima di melbourne, tapi karena tidak bisa membuktikan punya rekening 200jt untuk jaminan, maka saya memutuskan untuk bekerja di bank, memulai merintis perusaahaan.
Dulu modal saya tidak lebih dari10jt, tidak perlu khawatir dengan apa yang akan datang, jangan terlalu difikirkan hasilnya, usaha ada lah kewajiban kita dan hasilnya adalah hak mutlak dri Allah."
Kurang lebih seperti itu jawaban Pak Witjak yang mampu aku tangkap dalam memori. Kemudian sang moderator melanjutkan pertanyaanny, "Kendala atau resiko apa saja yang Bapak temui selama membangun perusahaan?dan kenapa Bapak memilih menjadi pengusaha?"
"Resiko pasti dihadapi semua orang, jangan khawatir. jika ada sebuah pertanyaan,
Mana yg lebih beresiko? Pekerja atau berwirausaha? Pekerja tidak akan pernah tau kapan perusahaan ditutup, dipecat, dan seberapa besar keuntungan perusahaanya. Tapi pengusaha tau 100% mau dibawa kemana perusahaannya, karyawan yg akan di lay off, jadi saya akan menjawab lebih beresiko pekerja.
Filosofi pengusaha ada 3 menurut saya:
1. Menjadi politisi yg hebat contohnya pejabat tapi kemudian jika melakukan korupsi, setelah meninggal bukan didoain malah di sumpahin.
2. Saya akan jadi kiyai yang hebat punya jamaah tapi kalo tersangkut perempuan juga sama disumpahin.
3. Pengusaha yg hebat dimana akan memiliki karyawan puluhan ribu walaupun ada buruk baiknya tapi akan diampuni, karyawan yang banyak insyaa Allah mereka akan ingat dan mengampuni saya.
Cita-cita saya cuma satu mba, ketika meninggal ada puluhan ribu jutaan yg akan mendoakan dan mengucapkan innalillahi kepada saya, maka saya memilih menjadi pengusaha.
Sekarang karyawan saya beberapa tahun kedepan sekitar 20rb orang, berarti ada sekitar 10 atau 20 rb karyawan saya yg akan mendoakan saya." Jawab Pak witjak sambil melemparkan senyuman.
"Sifat manusia hampir sama hanya mau nerima enaknya. Punya keinginan tapi tidak mau kerja sama aja bohong. Lakukan apa yg sudah kamu rencanakan.
Bpk pernah ikut pelatihan di terminal bogor, dompet diambil, kita benar-benar tidak punya bekal apapun. kami diminta mencari uang siapa yg paling banyak dalam waktu 5jam, dan saya bersama tim saya mendapatkan uang paling banyak. Kuncinya adalah mau dan tidak malu berdagang!
Ilmu yg membuat kita sukses adalah psikologi, berani, tanguh, jujur, ulet, disiplin.
Takut rugi? Modal darimna?
Jangan kebnyakan berfikir, lakukan hari ini juga dan ajak temen-temen yang punya modal."
"Menjaga konsistensi, kuncinya ada di hati dan fikiran kita, memang ditengah perjalanan ada rasa bosan, alihkan fikiran ke arah yang lebih kreatif
Contoh: dagang bakso di suatu tempat setelah laku selama 6 bulan, sedang bosan, setelah satu tahun baksonya pasti akan tutup karna tidak punya konsistensi dalam manajemen. jika kita terpicu menghasilkan hal yg baru, menghasilkan uang yg lebih banyak, inovasi akan berdatangan,
Ilmu manajemen juga harus dipelajari, carilah partner untuk berfikir maju."
"Berbisnis jangan berfikir sukses, berfikirlah gagal, karna dalam berbisnis melibatkan banyak orang, banyak hal, pasti akan pernah mengalami kegagalan.
Ini kisah saya ketika kuliah. Tabungan ludes ditipu pacar baru 3 hari,
Saat solat maghrib protes sama Allah ya Allah saya tidak sanggup hidup kaya gini, dalam 30 menit Allah menjawab , temen saya yang tidak pernah datang ke tempat saya tiba-tiba datang ke kos saya, dia dibekali uang 100rb untuk pergi kemanapun tempat yang ingin dia kunjungi dan ternyata dia memilih mengunjungi saya. Dia cerita selama kuliah dia hanya makan nasi sama royco dan tidur di masjid. Setelah ceritanya selesai dan dia pulang, saat itu juga saya merasa kecil, perjuangan saya jauh sekali dari teman saya. Saya sholat isya, saya menangis dan menangis, meminta maaf kepada Allah apa yang telah diucapkan dan saya ikhlaskan uang saya. Setelah 1 bulan uang saya kembali dalam 5x lipat. Terkadang ketika orang mengalami kegagalan, mereka terlalu lama meratapi kegagalannya, merenung dan menghasilkan sesuatu yang buruk. seharusnya mereka memikirkan apa yang masih ada didepannya. Ketika gagal ikhlaskan dan pikirkan bagaimna untuk masa depanmu.."
Kalimat-kalimat Pak Witjak membuat semua mata terpana mendengarkan pengalaman dan kesuksesannya. Dan ternyata dulu Pak Wijtak juga memiliki impian bahwa dia akan memiliki perusahaan sejumlah dengan umurnya. Dan hari ini, dia mampu membuktikan impiannya, di usia mudanya itu kurang lebih 30 tahun, dia mampu memiliki 30 Perusahaan Indonesia.
Semangat Pak Witjak masih sangat begitu terasa, beliau seperti baru saja menghipnotis kami yang ada didalam ruangan tersebut dengan energi-energi positif yang berasal dari dalam jiwa dan hatinya.
Vielen Danke, Pak Witjak...
Semangat Pak Witjak masih sangat begitu terasa, beliau seperti baru saja menghipnotis kami yang ada didalam ruangan tersebut dengan energi-energi positif yang berasal dari dalam jiwa dan hatinya.
Vielen Danke, Pak Witjak...
Komentar
Posting Komentar