Teman (?)

Teman..
Terkadang sesuatu yang membuat kalian marah tak pernah aku mengerti darimana asalnya, 
Entah karena kebodohanku atau ketidakpahamanku atau mungkin sikapku kurang peduli dengan apa yang telah aku lakukan?
Seringkali, kalian marah tanpa memberi alasan kepadaku, 
Seringkali, kalian diam tanpa memberi penjelasan, 
Seringkali, kalian memojokkanku dalam posisi paling bersalah, 
Namun, pada nyatanya? Itu hanyalah pikiran dari sudut pandang kalian saja, 
Mengapa kalian tidak berusaha tabayyun padaku terlebih dahulu?
Bukankah kita bersaudara? Bukankah sudah cukup lama kita saling mengenal? 
Namun, seperti langit dan bumi, kalian memilih untuk mementingkan ego dan amarah daripada menyatukan pikiran dan hati seperti tanah dan akar..
Kalian lebih senang berada dalam kemenangan ego, dibandingkan memahamkan posisiku..

Teman..
Terkadang otakku memerintahkan saraf untuk marah,
Pikiranku berkata aku ber-hak sakit akibat perkataan kalian,
Pikiranku berkata aku ber-hak kecewa dengan sikap kalian..
Tapi, hatiku menolak akalku,
tak ada gunanya aku membalas amarah kalian..
Diam adalah senjataku..
Aku memilih diam untuk tidak membalas menyakiti kalian,
Aku memilih diam untuk tidak berdebat pendapat yang menghadirkan mudharat lebih banyak,
Diamku bukan bearti menunjukkan marahku pada kalian,
Diamku menunjukkan bahwa aku memberi kebebasan pada kalian untuk marah padaku,
Dan Diamku.. hanya untuk membuktikan bahwa aku sangat mencintai kalian karena Allah..

Teman..
Ketika amarah kalian datang, saat itu aku mengingat tujuan awalku, bersama kalian menuju surga-Nya..
Kalian adalah orang-orang terdekatku di masa aku sedang mencari jalan keluar dari ruang kegelapan.
Kalian adalah tongkatku untuk berjalan di saat aku mendayu dayu bangkit untuk berjalan kembali.
Kalian adalah salah satu alasanku untuk tetap istiqomah dalam mengajak kalian belajar bersama tentang arti "hidup sesuai syari'at".
Maka, ketika saat itu aku pun mementingkan amarahku, hancurlah impianku, hancurlah citaku bersama kalian hingga di surga nanti.

Teman..
Kita ini bersaudara bukan? Lalu bukankah dalam persaudaraan kita harus saling menyayangi? Bukankah saudara yang sesungguhnya tidak saling menyakiti meski dalam diam? Bukankah saudara saling menjaga dan melindungi? Bukankah ikatan saudara tak pernah sampai hati menggores luka dalam hati saudaranya? Bukankah saudara rela berkorban menekan ego mereka masing-masing agar persaudaraan tetap indah?

Teman..
Semoga Allah selalu mengikat kita dalam ikatan ukhuwah yang akan mempertemukan kita kembali di surga-Nya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini tentangmu :)

first time