Skenario Aku, Kamu, dan Kita.

Script telah tersedia untuk masing-masing kita yang Dia beri kesempatan untuk bermain peran di panggung-Nya yang sangat megah. BUMI karya Sang Maha Besar. Ya, Bumi adalah panggung manusia memainkan peran sebagai aktor dan aktris. Bumi adalah tempat aku, kamu dan kita melakoni sebuah skenario-Nya yang indah.

Dia telah menciptakan naskah skenario yang tak sama untuk setiap manusia. Tidak ada satu manusiapun yang mengetahui tentang skenario yang akan dilakoni. Akan berperan sebagai siapa dan seperti apa karakternya, akan bermula menjadi manusia beriman atau tidak dan akan berakhir dengan keimanan atau tidak, semuanya telah tertulis rapih dan tidak ada yang mengetahui selain Dia.



Skenario adalah gambaran perjalanan hidup aku, kamu, dan kita. Sebagian orang berbicara skenario itu adalah takdir. Aku lebih senang memanggilnya dengan kata “skenario”. Layaknya kisah seorang putri di film disney, dalam skenario menceritakan dia adalah seorang gadis desa dengan berbagai rintangan hingga pada akhirnya bertemu dengan seorang Pangeran yang mencintainya dengan tulus kemudian mereka menikah sang gadis menjadi seorang putri dan hidup bahagia selamanya.

Namun, skenario aku, kamu, dan kita tidak se-simple itu. Ada ujian kesabaran, ujian harta, ujian kedudukan dan masih banyak ujian yang akan dilakoni oleh aku, kamu, dan kita. Seseorang dengan peran karakter baik pada suatu waktu akan menjadi jahat, yang jahat akan menjadi baik, si kaya akan menjadi miskin dan si miskin akan menjadi kaya. Ujian datang, kebahagiaan, kemewahan, harta, tahta, keterpurukan memojokkan dan menjatuhkan, ini semua adalah bagian dari skenario-Nya. Masih banyak lagi kisah yang pada suatu waktu dapat merubah karakter aku, kamu dan kita atas kehendak-Nya. Namun, sudah sangat pasti aku, kamu, dan kita tidak pernah mengetahui akan seperti apa kembali menghadap sang Pencipta. Dalam keadaan beriman atau bahkan dalam keadaan hati yang gelap tanpa cahaya dari-Nya.

Dalam sebuah naskah skenario adalah hak mutlak seorang penulis naskah untuk merubah, menghapus atau memperbaiki kisah perjalanan hidup seorang aktor dan aktris kapanpun dia inginkan. Begitupun dengan Dia, "kun fayakun." Apapun yang Dia kehendaki, seketika akan merubah jalan hidup hamba-Nya. Mainkan saja peranmu sebagai aktor dan aktris, tugasmu, tugasku, dan tugas kita hanya taat!

Apa artinya bahagia tanpa berkah yang Dia berikan? Apa artinya banyak harta tanpa ridho dari Sang Pemilik harta? Apa artinya kecerdasan tanpa sinar cahaya-Nya yang menyinari akal dan fikiran hati?
Maka menjadi taat adalah kunci untuk mendapatkan berkah, ridho dan cahaya iman dari-Nya.

Dalam taat, akan ada banyak tembok besar penghalang untuk terus berjuang dalam istqomah yang tak kunjung menemani. Dalam taat, akan ada banyak kisah dari bagian skenario yang tak kau mengerti pesan yang ingin Dia sampaikan. Pikiran-pikiran keburukan akan hadir seolah rencana aku, kamu, dan kita adalah yang terbaik. Hei!! Ingatlah "...boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(Al-Baqarah:216)"

Satu hal yang harus aku, kamu, dan kita yakini "Ma Qodarullah khoir...semua ketetapan-Nya itu adalah baik."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini tentangmu :)

first time