Night
Malam ini
Aku menghentikan segala upayaku, setelah berhari-hari bekerja dalam waktu yang terhitung dan tak mendapatkan hasil apapun.
Jemariku mulai mengajakku untuk menjenguk sesekali tempat yang sepertinya telah berdebu .
Ditinggal lama oleh sang penghuni karena terlalu memikirkan tugas akhirnya yang tak kunjung mendapat titik terang.
Ketika kembali melihat-lihat isi ruang yang gelap, tulisan-tulisan disana seolah-olah berbicara:
"Mengapa kau berhenti? Apa kau menyerah wahai Putri?"
"Tidak, mana mungkin semudah itu aku menyerah. Aku sanya sedang bosan dengan aktivitasku saat ini. aku mulai jenuh dengan kondisiku. dan aku...."
"Kau ingin segera pulang? Benar kah itu? Kalau kau ingin segera pulang, cepat selesaikan karya terakhirmu. Sebuah karya yang wajib kamu selesaikan sebagai mahasiswa tingkat akhir. Berikan yang terbaik untuk tugas akhirmu ini. Satu jam kamu menunda tugasmu itu berarti kamu telah menunda kepulangan satu jam pula!"
"Diamlah! aku hanya butuh ketenangan saat ini. Aku merasa penat. Aku ingin menghirup udara segar sebentar saja. Biarkan aku berada disini untuk beberapa menit."
"Baiklah tuan Putri, silahkan kau hirup udara segar disini (Jika memang masih ada udara segar). Jangan terlena dengan ketenangan, jangan sia-siakan waktu yang terus berjalan. Selesaikan tugasmu dengan bijaksana wahai Putri."
Malam ini
rasa penat kian memuncak,
rindu akan kampung halaman semakin besar
Keluh kesah ingin sekali terlontarkan
Ujian tak hanya sebatas menyelesaikan sebuah tugas, namun bersama tugas yang harus diselesaikan hadir tumpukan ujian-Nya yang harus diselesaikan pula.
Bukan hanya sebatas ujian seorang mahasiswa
Namun, ujian seorang hamba yang mendapat gelar khalifah
Malam ini
Aku tidak mengerti apa yang telah aku tulis disini
Aku hanya ingin sekedar menjengukmu yang sudah lama kutinggalkan
Bersabarlah, aku harus menyelesaikan tulisanku di suatu tempat lain
Aku akan segera kembali bersama seluruh penglihatan, pendengaran dan rasaku...
Aku menghentikan segala upayaku, setelah berhari-hari bekerja dalam waktu yang terhitung dan tak mendapatkan hasil apapun.
Jemariku mulai mengajakku untuk menjenguk sesekali tempat yang sepertinya telah berdebu .
Ditinggal lama oleh sang penghuni karena terlalu memikirkan tugas akhirnya yang tak kunjung mendapat titik terang.
Ketika kembali melihat-lihat isi ruang yang gelap, tulisan-tulisan disana seolah-olah berbicara:
"Mengapa kau berhenti? Apa kau menyerah wahai Putri?"
"Tidak, mana mungkin semudah itu aku menyerah. Aku sanya sedang bosan dengan aktivitasku saat ini. aku mulai jenuh dengan kondisiku. dan aku...."
"Kau ingin segera pulang? Benar kah itu? Kalau kau ingin segera pulang, cepat selesaikan karya terakhirmu. Sebuah karya yang wajib kamu selesaikan sebagai mahasiswa tingkat akhir. Berikan yang terbaik untuk tugas akhirmu ini. Satu jam kamu menunda tugasmu itu berarti kamu telah menunda kepulangan satu jam pula!"
"Diamlah! aku hanya butuh ketenangan saat ini. Aku merasa penat. Aku ingin menghirup udara segar sebentar saja. Biarkan aku berada disini untuk beberapa menit."
"Baiklah tuan Putri, silahkan kau hirup udara segar disini (Jika memang masih ada udara segar). Jangan terlena dengan ketenangan, jangan sia-siakan waktu yang terus berjalan. Selesaikan tugasmu dengan bijaksana wahai Putri."
Malam ini
rasa penat kian memuncak,
rindu akan kampung halaman semakin besar
Keluh kesah ingin sekali terlontarkan
Ujian tak hanya sebatas menyelesaikan sebuah tugas, namun bersama tugas yang harus diselesaikan hadir tumpukan ujian-Nya yang harus diselesaikan pula.
Bukan hanya sebatas ujian seorang mahasiswa
Namun, ujian seorang hamba yang mendapat gelar khalifah
Malam ini
Aku tidak mengerti apa yang telah aku tulis disini
Aku hanya ingin sekedar menjengukmu yang sudah lama kutinggalkan
Bersabarlah, aku harus menyelesaikan tulisanku di suatu tempat lain
Aku akan segera kembali bersama seluruh penglihatan, pendengaran dan rasaku...
Komentar
Posting Komentar