Apa Tujuanmu Hidup ?
Apa tujuanmu hidup di dunia ini ?
Apa cita-cita mu ?
Tentunya cita-cita adalah perkara besar yang setiap orang berusaha untuk meraihnya dalam kehidupan ini.
Adapun orang yang memiliki akal yang rendah, tujuan mereka, cita-cita mereka hanya sebatas dunia yang sangat rendah. Yang dunia tersebut tidaklah bernilai disisi Allah kecuali seperti sayap seekor nyamuk.
Manusia yang akalnya rendah tujuan mereka hanya murni perkara dunia. Bagaimana menghasilkan uang yang banyak? Bagaimana mencapai gelar tinggi untuk mendapatkan kekayaan sebanyak-banyaknya?
Akan tetapi manusia yang memiliki hati yang bersih, memiliki akal yang besar, maka cita-cita mereka adalah perkara yang lain.
Mereka ingin bisa mencapai apa yang telah dicapai Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Sungguh Ibrahim 'alaihissalam telah bertemu dengan RabbNya dengan membawa Hati Yang Bersih.
Maka mereka menginginkan pula pertemuan dengan RabbNya dengan hati yang bersih.
Inilah tujuan / cita-cita tertinggi.
Ibrahim 'alaihisslaam adalah tauldan bagi Nabi Muhamamd ﷺ .
Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman:
"Kemudian Kami wahyukan kepada engkau Muhammad ikutlah agama Ibrahim yang lurus." (An-Nahl : 123)
Maka Ibrahim 'alaihissalam adalah qudwah.
Ibrahim 'alaihissalam telah bertemu dengan RabbNya dengan hati yang bersih.
Muhammad ﷺ telah bertemu RabbNya dengan hati yang bersih.
Para sahabat telah bertemu RabbNya dengan hati yang bersih.
Para syuhada telah bertemu RabbNya dengan hati yang bersih.
Para sholihun telah bertemu RabbNya dengan hati yang bersih.
Sekarang pertanyaanya bagaimana dengan kita ?
Bagaimana kita bisa bertemu dengan Rabb kita denga hati yang bersih ?
Jadikanlah ini sebagai cita-cita kehidupan kita.
Berusaha bertemu dengan Rabb kita dengan membawa hati yang bersih.
Bukan berarti berpaling dari dunia, tapi jangan jadikan dunia nomor satu.
Tempatkanlah dunia pada tempatnya.
Namun yang selalu ada di hadapan kita, yang selalu menjadi cita-cita kita, tujuan hidup kita adalah Bagaimana kita bertemu dengan Allah dengan Hati Yang Bersih ?
*Kutipan Nasihat oleh Ustadz Firanda Adirja حفظه الله
Apa cita-cita mu ?
Tentunya cita-cita adalah perkara besar yang setiap orang berusaha untuk meraihnya dalam kehidupan ini.
Adapun orang yang memiliki akal yang rendah, tujuan mereka, cita-cita mereka hanya sebatas dunia yang sangat rendah. Yang dunia tersebut tidaklah bernilai disisi Allah kecuali seperti sayap seekor nyamuk.
Manusia yang akalnya rendah tujuan mereka hanya murni perkara dunia. Bagaimana menghasilkan uang yang banyak? Bagaimana mencapai gelar tinggi untuk mendapatkan kekayaan sebanyak-banyaknya?
Akan tetapi manusia yang memiliki hati yang bersih, memiliki akal yang besar, maka cita-cita mereka adalah perkara yang lain.
Mereka ingin bisa mencapai apa yang telah dicapai Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Sungguh Ibrahim 'alaihissalam telah bertemu dengan RabbNya dengan membawa Hati Yang Bersih.
Maka mereka menginginkan pula pertemuan dengan RabbNya dengan hati yang bersih.
Inilah tujuan / cita-cita tertinggi.
Ibrahim 'alaihisslaam adalah tauldan bagi Nabi Muhamamd ﷺ .
Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman:
"Kemudian Kami wahyukan kepada engkau Muhammad ikutlah agama Ibrahim yang lurus." (An-Nahl : 123)
Maka Ibrahim 'alaihissalam adalah qudwah.
Ibrahim 'alaihissalam telah bertemu dengan RabbNya dengan hati yang bersih.
Muhammad ﷺ telah bertemu RabbNya dengan hati yang bersih.
Para sahabat telah bertemu RabbNya dengan hati yang bersih.
Para syuhada telah bertemu RabbNya dengan hati yang bersih.
Para sholihun telah bertemu RabbNya dengan hati yang bersih.
Sekarang pertanyaanya bagaimana dengan kita ?
Bagaimana kita bisa bertemu dengan Rabb kita denga hati yang bersih ?
Jadikanlah ini sebagai cita-cita kehidupan kita.
Berusaha bertemu dengan Rabb kita dengan membawa hati yang bersih.
Bukan berarti berpaling dari dunia, tapi jangan jadikan dunia nomor satu.
Tempatkanlah dunia pada tempatnya.
Namun yang selalu ada di hadapan kita, yang selalu menjadi cita-cita kita, tujuan hidup kita adalah Bagaimana kita bertemu dengan Allah dengan Hati Yang Bersih ?
*Kutipan Nasihat oleh Ustadz Firanda Adirja حفظه الله
Komentar
Posting Komentar