Karena Islam tidak pernah mengenal Musik

Siapa saja yang hidup di akhir zaman, tidak akan lepas dari lantunan suara musik atau nyanyian.

Yap, termasuk aku!
Aku adalah bagian dari manusia yang hidup di akhir zaman. Aku pernah bermain musik, sesekali aku pernah bernyanyi, bahkan mendengar lantunan musik hampir setiap hari meskipun tidak disengaja.

Hingga Allah mengenalkanku dengan Al haq.
Maka, ketika telah datang kepadamu Al haq (penerang dari Al-Qur'an dan As sunnah), lalu masih beranikah untuk mengingkarinya ?

Perlahan, aku menjauhi musik dan nyanyian. Aku mulai membenci keduanya. Saat itu aku duduk di bangku kuliah semester awal, beberapa teman pernah menyindirku dengan kalimat seperti ini "Aku punya teman, gak tau dia aliran apa, kata ayahnya gak boleh dengerin musik, haram."
Itu hanya sebagian kecil, dan ayah umi selalu pesan, senyum dan sabar, jika mereka tidak bisa menerima, setidaknya jangan membuat perdebatan didalamnya.
Oke. Aku memilih diam dan tersenyum. Alhamdulillah tak pernah ada rasa sakit hati, karena saat itu memang sedang fokus mempelajari hukumnya, memperbanyak ilmu untuk menguatkan. (Allahumma a'in wa yassir)

Alhamdulillah, Allah sudah siapkan pengganti yang jauh lebih baik untuk kita, yaitu kalamullah (Al-Qur'an) dan karena taufiq Allah hati ini mampu berpaling dan meninggalkan lantunan musik dan nyanyian. Jika di transportasi umum, yaa siapin headset aja , play murottal dengan volume melebihi volume di transportasi itu, tapi jangan sampai menyakiti telinga dengan volume maks yaa hehe

"Karena islam gak pernah kenal musik.
Jika islam mengenal musik sahabat yang suara2nya indah sudah bermain musik. Abu Musa Al-Ashari. Abdurrahman bin auf.
Jika teknis belajar hadits gampang dengan musik, seharusnya abu hurairah udah belajar pakai musik. Hadits terbanyak riwayat siapa ?"
-Ust. Subhan bawazier

Keburukan tidak akan pernah berjalan bersama dengan kebaikan kawanku.
Ketika kita mengutamakan hawa nafsu maka akan terus mencari dalih pembenaran, padahal yang sudah jelas adalah panutan kita ya Rasulullah salallahu 'alaihi wasalam dan juga para sahabatnya, tabi'in tabi'ut.

Agama ini sudah sempurna, ketika datang kebenaran kepada kita, maka sami'na wa atho'na. Tinggalkan keburukan yang Allah larang dan tidak pernah dicontohkan rasulullah salallahu 'alaihi wasalam , insyaa Allah hidup kita akan tenang , bahagia.
Ujian seberat apapun, jika ada di jalan Allah dan rasul-Nya, terasa tenang saja..

____________________________________________

Dahulu, rasulullah salallahu 'alaihi wasalam pernah bersabda,

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhori NO.5590)

Firman Allah ‘Azza wa jalla,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwasanya setelah Allah menceritakan tentang keadaan orang-orang yang berbahagia dalam ayat 1-5, yaitu orang-orang yang mendapat petunjuk dari firman Allah (Al-Qur’an) dan mereka merasa menikmati dan mendapatkan manfaat dari bacaan Al-Qur’an, lalu Allah Jalla Jalaaluh menceritakan dalam ayat 6 ini tentang orang-orang yang sengsara, yang mereka ini berpaling dari mendengarkan Al-Qur’an dan berbalik arah menuju nyanyian dan musik.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu salah satu sahabat senior Nabi berkata ketika ditanya tentang maksud ayat ini, maka beliau menjawab bahwa itu adalah musik, seraya beliau bersumpah dan mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali.

Begitu juga dengan sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang didoakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar Allah memberikan kelebihan kepada beliau dalam menafsirkan Al-Qur’an sehingga beliau dijuluki sebagai Turjumanul Qur’an, bahwasanya beliau juga mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan nyanyian.

Kutipan hadits 
1. https://muslim.or.id/20706-benarkah-musik-islami-itu-haram.html
2. https://rumaysho.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini tentangmu :)

first time