Ujian... tanda Cinta Allah kepada hamba-Nya (Part 1)
Tidak ada yang boleh merasa aman dari peringatan dan dari bukti cinta Allah Subhanahu wata'ala kepada kita.
Karena, judul utama kehidupan kita adalah untuk UJIAN dan DIUJI.
Al-Ankabut : 1
Ujian memiliki tiga tingkatan, dan ujian musibah adalah ujian pada tingkatan nomor 3. Ujian yang lebih dahsyat dari itu adalah ujian yang kita hadapi setiap hari.
3 Tingkatan Ujian :
Karena, judul utama kehidupan kita adalah untuk UJIAN dan DIUJI.
Al-Ankabut : 1
Ujian memiliki tiga tingkatan, dan ujian musibah adalah ujian pada tingkatan nomor 3. Ujian yang lebih dahsyat dari itu adalah ujian yang kita hadapi setiap hari.
3 Tingkatan Ujian :
- Ujian yang paling utama adalah ujian Perintah dan larangan. Ujian perintah dan larangan adalah ujian terdahsyat. Diperintahkan untuk Istiqomah di atas jalan agama Allah, dilarang tasabuh. Diperintahkan berpegang teguh di atas sunnah, dilarang bid'ah. Perempuan diperintahkan berdiam diri di dalam rumah, di larang keluar rumah tanpa mahram. Diperintahkan taat, dilarang maksiat, dilarang khamr, zina, musik.
- Ujian ke dua adalah Ujian Kegemerlapan Dunia. Hanya sedikit yang Lulus dalam ujian ini. Harta, Kecantikan, Ketampanan, Fisik, Ambisi Dunia, Ambisi tahta, akhirnya mereka lupa kepada agama dan Allah. Akhirnya mereka terjerumus ke dalam ahli maksiat.
- Ujian ke tiga adalah ujian musibah, tsunami, sakit. Ketika mendapat ujian iseperti ini biasanya hati manusia lebih mudah terketuk hatinya. Karena, ketika mendapat musibah seperti sakit, tsunami, banjir, hati manusia sedang dalam keadaan trauma, maka mudah sekali untuk kembali kepada Allah. Dan dibalik ujian musibah besar ini, ada hikmah besar, ada nikmat tersembunyi bagi hamba Allah yang beriman.
Dan sudah menjadi kodrat manusia menginginkan bahagia dalam setiap keadaan..
Rasulullah salallahu 'alaihi wasalam pernah berkata: "Muslim itu sangat menakjubkan. Segala urusannya baik, di awali dengan keyakinan bahwa yang memutarkan seluruh alam semesta ini adalah Allah subhanahu wata'ala."
Allah senantiasa menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya.
Jika kita mengikuti arahan / peraturan pemilik ujian (Allah) maka kita akan hidup dengan tenang.
Dia yang memberikan ujian, maka Allah juga yang memberikan solusi.
Dalam kehidupan setiap manusia pasti akan mengalami 3 keaadan ini:
1. Keadaan senang
2. Keadaan sedih, dan
3. Keadaan Berdosa
Ketiga perkara ini akan terus berputar dalam roda kehidupan manusia. Namun Allah, juga memberikan solusi untuk hamba-Nya, bersyukur ketika dalam keadaan senang, sabar ketika dalam keadaan sedih dan istighfar ketika melakukan dosa. Solusi ini yang menjadi sumber kebahagiaan manusia.
Tingkatan manusia ketika mendapatkan musibah:
1. Manusia yang terhalang dari kebaikan musibah. Tidak sabar, teriak-teriak, suudzhon kepada Allah.
2. Muafaq adalah orang yang mendapatkan taufiq ketika mendapatkan musibah dan dia mendapatkan pahala.
Membaca doa ketika mendapatkan musibah : Innalillahi wa inna ilaihi roji'un
Tidak mencaci, tidak meratap, tidak marah sambil mencari solusi terbaik.
3. Tingkatan orang Istimewa
Orang-orang yang ridho dan bersyukur, setelah bersabar.
Yakin 100% yang memberikan musibah ini adalah yang Maha Rahman, Maha Rahim, Maha Bijaksana, dan setelah musibah akan datang Nikmat yang besar.
Jadi, Kita termasuk tingkatan manusia yang seperti apa ?
Komentar
Posting Komentar