RAMADHAN BULAN YANG DIRINDU

بسم الله الرحمن الرحيم 

Bulan ini adalah bulan Sya'ban, bulan ke-8 yang berarti kita akan beranjak ke bulan yang ke-9 yaitu bulan Ramadhan.

Agar rindu kita dengan bulan Ramadhān semakin besar, agar cinta kita kepadanya semakin membara, mari kita simak baik-baik sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah nomor 3925.

Sebuah hadits yang dishahihkan oleh Syaikh Albaniy rahimahullah.

Thalhah bin Ubaidillah, salah seorang shahabat Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam pernah bercerita, ada dua orang laki-laki dari kabilah Baliy. Dimana dua orang laki-laki tersebut mendatangi Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam.

Keduanya saat itu masuk Islam secara bersama-sama. Salah satu dari kedua laki-laki tersebut lebih rajin dari yang lainnya.

Laki-laki pertama ikut perang kemudian dia meninggal dunia dalam peperangan (mati syahīd). Adapun laki-laki kedua masih diberikan kehidupan satu tahun setelah wafatnya laki-laki yang pertama.

Sebelum kita lanjutkan kisahnya, (kita ambil kesimpulan) bahwasanya laki-laki pertama adalah seorang yang rajin dan meninggal dalam keadaan berjihad sehingga dia meninggal dalam keadaan mati syahad, adapun laki-laki kedua kalah rajin jika dibandingkan dengan laki-laki pertama.

Setelah satu tahun meninggal laki-laki yang pertama, kemudian laki-laki kedua pun meninggal akan tetapi beliau meninggal tidak di medan perang (beliau wafat biasa).

Kemudian Thalhah bin Ubaidah berkata:

Lalu aku melihat keduanya dalam mimpi, ketika itu aku sedang berada dipintu surga dan ada dua laki-laki tersebut, maka keluarlah seseorang dari surga lalu memberikan izin kepada laki-laki kedua (laki-laki yang wafat terakhir) untuk masuk surga.

Kemudian dia keluar lagi dan baru memberikan izin untuk memasuki surga kepada laki-laki yang meninggal pertama (yang mati syahīd).

Lalu dia keluar lagi dan menemuiku (kata Thalhah) dan berkata:

"Kembalilah sekarang, belum saatnya untukmu."

Ketika datang waktu pagi, Thalhah bin Ubaidillah bercerita kepada orang-orang dan orang-orang pun takjub dan merasa aneh, hingga akhirnya cerita mimpi Thalhah tersebut sampai kepada Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam.

Ketika mimpi tersebut telah disampaikan kepada Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam,  maka beliaupun bertanya (kepada orang-orang yang takjub):

"Apa yang kalian takjubkan?"

Orang-orangpun menjawab:

"Wahai Rasulullah, laki-laki pertama kan dulu yang lebih rajin, bahkan ia mati syahīd, lalu kenapa laki-laki kedua bisa mendahuluinya masuk surga?"

Maka Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bertanya kepada mereka:

"Bukankah laki-laki kedua masih hidup satu tahun setelah syahīdnya laki-laki pertama?"

Mereka menjawab: "Iya betul."

Lalu Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam melanjutkan pertanyaannya: 

"Dan bukankah ia (laki-laki kedua) juga bertemu dengan Ramadhan lalu berpuasa, melakukan ibadah ini dan ibadah itu, masih bisa bersujud selama satu tahun kepada Allāh Subhānahu wa Ta'aala?"

Merekapun menjawab: "Betul, wahai Rasulullah.”

Lalu Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam menambahkan dan menegaskan: "Bahkan jarak antara dua orang itu antara langit dan bumi."


Dari kisah di atas, kita tahu bahwa seseorang yang masih bisa beribadah kepada Allah pada bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar, bisa menaikan derajat hingga jarak antara langit dan bumi.

Setelah kita tahu hal ini, tidakkah kita rindu Ramadhan?

Tidakkah kita ingin bertemu Ramadhān?

Tidakkah kita ingin memperbanyak ibadah pada bulan Ramadhān?

Beruntunglah orang-orang yang bisa beribadah dengan baik pada bulan Ramadhān, sehingga derajatnya naik, hingga jarak antara langit dan bumi.

Ya Allah sampaikan kami pada bulan Ramadhān dan berikan taufīq dan kemudahan kepada kami untuk beribadah dengan ikhlas dan benar dikala itu.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا الي رَمَضَانَ ، وَسَلِّمْهُ لَنَا ، وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا مُتَقَبّلًا

Semoga bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini tentangmu :)

first time