Memahami Takdir
Takdir dari sisi Allah adalah semuanya baik
sementara dari sisi hamba ada baik dan buruk.
Pernah dengar kisah seorang pemuda yang meminta kepada Allah agar dijauhkan dari segala hal yang membuat dirinya lalai dari Allah ?
Dan dia meminta didekatkan dengan amal yang membuat dirinya taat kepada Allah.
Bisa saja apa yang terjadi dengan diri kita hari ini adalah doa2 kita di masa lalu, mungkin kita telah lupa dengan doa itu atau mungkin kita yang tidak memahami bahwa Allah sedang menjawab doa kita.
Iya.. terkadang Allah menjawab doa kita dengan keadaan yang mungkin tidak menyenangkan hati kita tapi itu bukan alasan kita untuk suuzon kepada takdir Allah.
Ini adalah cara terbaik menurut Allah.
Sungguh sangat mudah untuk Allah memberikan semua yang kita inginkan, tapi Allah yang Maha Luas kasih sayangNya tidak akan membiarkan hamba yang dicintaiNya melintasi jalan yang tidak Allah ridhoi. Dan Jika semua yang kita inginkanterpenuhi (atas ijin Allah) maka kita tidak pernah mendapatkan pahala sabar.
Maka selalu berprasangka baik kepada ketetapan Allah Ta'ala, apapun kondisinya bagaimanapun keadaannya.
Dan rasulullah shallahu alaihi wasalam telah mengajarkan doa kepada kita dalam mengahdapi musibah.
Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan
“Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik."
(HR. Muslim 918)
sementara dari sisi hamba ada baik dan buruk.
Pernah dengar kisah seorang pemuda yang meminta kepada Allah agar dijauhkan dari segala hal yang membuat dirinya lalai dari Allah ?
Dan dia meminta didekatkan dengan amal yang membuat dirinya taat kepada Allah.
Bisa saja apa yang terjadi dengan diri kita hari ini adalah doa2 kita di masa lalu, mungkin kita telah lupa dengan doa itu atau mungkin kita yang tidak memahami bahwa Allah sedang menjawab doa kita.
Iya.. terkadang Allah menjawab doa kita dengan keadaan yang mungkin tidak menyenangkan hati kita tapi itu bukan alasan kita untuk suuzon kepada takdir Allah.
Ini adalah cara terbaik menurut Allah.
Sungguh sangat mudah untuk Allah memberikan semua yang kita inginkan, tapi Allah yang Maha Luas kasih sayangNya tidak akan membiarkan hamba yang dicintaiNya melintasi jalan yang tidak Allah ridhoi. Dan Jika semua yang kita inginkanterpenuhi (atas ijin Allah) maka kita tidak pernah mendapatkan pahala sabar.
Maka selalu berprasangka baik kepada ketetapan Allah Ta'ala, apapun kondisinya bagaimanapun keadaannya.
Dan rasulullah shallahu alaihi wasalam telah mengajarkan doa kepada kita dalam mengahdapi musibah.
Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan
“Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik."
(HR. Muslim 918)
Komentar
Posting Komentar